PROKER LAB

A. Pengertian

Program kerja dapat dianggap sebagai agenda rutin dalam organisasi atau lembaga, yang dirancang untuk jangka waktu tertentu dan disepakati oleh semua pengurus. Program kerja adalah kumpulan kegiatan yang direncanakan untuk dilakukan selama periode kepengurusan suatu organisasi atau lembaga. Prakteknya, program kerja akan digunakan sebagai metrik untuk mengukur seberapa baik para manajer perusahaan bekerja. Setiap kepengurusan periode akhir, program kerja biasanya akan dipertanggungjawabkan dalam bentuk laporan yang ditujukan kepada semua anggota organisasi dan lembaga. Ini berlaku untuk semua jenis program kerja, bahkan yang paling sederhana. Laboratorium Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu menawarkan program kerja sebagai berikut:

1. Pengadaan Peralatan Laboratorium Untuk Kelengkapan Fasilitas Di Ruang Laboratorium Komunikasi

Sarana adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan pelaksanaan kegiatan tertentu. Sarana laboratorium adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik yang bergerak maupun tidak bergerak agar pencapaian tujuan laboratorium dapat berjalan dengan lancar , teratur, efektif dan efisien. Sarana Laboratorium Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak maupun tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif, dan efisien. Sarana Laboratorium Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu meliputi semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses Praktikum. Adapun contoh peralatan komunikasi yang perlu pengadaan : peralatan praktikum public relation, peralatan praktikum broadcasting dan advertising.

2. Pengadaan Tenaga Laboran dan Teknisi

Laboran adalah orang yang bertugas membantu aktivitas mahasiswa di laboratorium (indoor atau out door) dalam melakukan suatu kegiatan pendidikan dan penelitian. Keberadaan Laboran di suatu laboratorium sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan akademik dosen dan mahasiswa. Untuk itu, Laboran seyogyanya memiliki hard skills dan soft skills yang memadai. Inisiatif, ketekunan, kreatifitas, kecakapan dan keterampilan serta pengetahuan yang dikuasai oleh Laboran, membantu efisiensi dan efektifitas serta produktivitas dari laboratorium yang dikelola oleh perguruan tinggi (Pedoman Umum Pemilihan Laboran Berprestasi, No.03/PP/ DITDIKTENDIK/2011).

3. Melayani Kegiatan Praktikum

Praktikum adalah suatu kegiatan tatap muka yang dilaksanakan di laboratorium antara dosen dan mahasiswa untuk mengaplikasi teori dengan menggunakan alat praktikum yang ada di laboratorium. Pada Laboratorium Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Laboran bertanggung jawab memastikan semua kebutuhan praktikum, seperti alat, bahan, dan peralatan, tersedia dan siap digunakan oleh mahasiswa atau peserta praktikum. Mereka juga membantu dalam menyiapkan dan mengatur laboratorium agar praktikum dapat berjalan dengan lancar dan sesuai prosedur.

4. Melakukan / Membantu Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat

Pengabdian kepada masyarakat merupakan pelaksanaan pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya langsung pada masyarakat secara kelembagaan melalui metodologi ilmiah sebagai penyebaran Tri Dharma Perguruan Tinggi serta tanggung jawab yang luhur dalam usaha mengembangkan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mempercepat laju pertumbuhan tercapainya tujuan pembangunan nasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sering dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Oleh karena itu, salah satu tujuan adanya laboratorium komunikasi ini adalah mendukung program pengabdian masyarakat yang sering kali melibatkan penggunaan laboratorium. Dalam konteks ini, laboran dapat berperan dalam berbagai aktivitas, seperti mengorganisir pelatihan keterampilan laboratorium bagi masyarakat, membantu dalam kegiatan penelitian yang hasilnya diaplikasikan untuk kepentingan publik, atau mendukung proyek-proyek lingkungan yang memerlukan analisis laboratorium. Partisipasi laboran dalam kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya memperluas peran laboratorium di luar kampus, tetapi juga memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dan masyarakat luas.

5. Memperbaiki Sarana Praktikum

Perawatan dan perbaikan peralatan laboratorium merupakan tanggung jawab penting yang harus diemban oleh laboran. Mengingat pentingnya kondisi peralatan yang selalu optimal untuk mendukung kegiatan praktikum, laboran harus secara rutin melakukan pemeriksaan, pemeliharaan, dan jika diperlukan, perbaikan terhadap alat-alat yang ada. Mereka juga bertugas untuk melaporkan dan mengganti peralatan yang sudah tidak layak pakai, sehingga risiko kerusakan atau kecelakaan dapat diminimalisir. Selain itu, laboran juga harus terus memperbarui pengetahuan mereka tentang teknologi dan alat baru yang bisa diadopsi untuk meningkatkan efektivitas praktikum.

6. Perbaikan Kuantitas Dan Kualitas Layanan Laboratorium

Salah satu tujuan jangka panjang yang harus diupayakan oleh laboran adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan yang diberikan oleh laboratorium. Dalam hal ini, laboran harus berinisiatif untuk mencari cara-cara baru dalam meningkatkan efisiensi operasional, seperti dengan mengoptimalkan alur kerja, memperbarui inventaris peralatan, dan memastikan bahwa semua pengguna laboratorium mendapatkan layanan yang Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih baik, guna memastikan bahwa setiap kegiatan laboratorium dilakukan dengan konsistensi dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini mencakup penjaminan kualitas hasil praktikum dan penelitian, serta peningkatan keamanan di laboratorium.